INFO WARGE PONTIANAK

Infrastruktur Pontianak Utara 2026 Capai Rp63 Miliar

Foto. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berbincang dengan warga usai membuka Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kecamatan Pontianak Utara. (Dok. Prokopim)

INFOWARGEPONTIANAK.COM, PONTIANAK–  Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat pembangunan infrastruktur di Pontianak Utara sebagai kawasan strategis penopang pertumbuhan kota.

Komitmen tersebut tercermin dari peningkatan alokasi anggaran infrastruktur yang mencapai sekitar Rp63 miliar pada tahun 2026.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan, Pontianak Utara memiliki peran penting dalam pengembangan wilayah kota secara menyeluruh.

Tahun 2025, anggaran pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut tercatat sekitar Rp56,4 miliar. Angka itu meningkat pada 2026 menjadi sekitar Rp63 miliar.

“ Anggaran tersebut belum termasuk proyek strategis dari pemerintah pusat, seperti pembangunan Sekolah Rakyat dan peningkatan akses jalan kota,” ujar Edi.

Menurut Edi, Pontianak Utara merupakan kecamatan terluas di Kota Pontianak dengan karakteristik wilayah yang cukup kompleks. Sekitar 40 persen kawasan ini terdiri atas lahan gambut.

Selain itu, wilayahnya didominasi kawasan pertanian, permukiman warga, serta aktivitas industri yang berkembang di sepanjang pesisir Sungai Kapuas.

Dari sisi demografi, jumlah penduduk Pontianak Utara menempati urutan kedua terbanyak setelah Kecamatan Pontianak Barat.

Kondisi tersebut menuntut perencanaan pembangunan yang matang dan berkelanjutan.

“ Oleh sebab itu dibutuhkan penanganan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan,” tegasnya.

Anggaran infrastruktur tahun 2026 akan difokuskan pada peningkatan jalan lingkungan, pemasangan dan perbaikan penerangan jalan umum (PJU), serta penataan kawasan permukiman.

Selain itu, sejumlah proyek strategis juga direncanakan untuk mendukung penguatan Pontianak Utara sebagai kawasan strategis kota.

Di antaranya rehabilitasi Pasar Puring yang akan dikembangkan menjadi kawasan waterfront, pembangunan bundaran besar sebagai ikon wilayah, serta peningkatan kapasitas layanan kesehatan di Rumah Sakit Pontianak Utara.

Di sektor lingkungan, Pontianak Utara juga akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu dengan nilai investasi mencapai ratusan miliar rupiah.

“ Pengolahan sampah itu diarahkan tidak hanya sebagai tempat pengolahan, tetapi juga sebagai kawasan edukasi dan rekreasi,” jelas Edi.

Salah satu tantangan utama di Pontianak Utara adalah tingginya lalu lintas kendaraan berat, terutama truk tangki dan angkutan industri yang melintasi jalur utama kawasan tersebut.

Kondisi ini dinilai berdampak pada ketahanan jalan dan kenyamanan masyarakat. Untuk mengatasi persoalan itu, Pemerintah Kota Pontianak merencanakan pengembangan jalur alternatif guna mengurangi beban lalu lintas di jalan utama sekaligus meningkatkan aspek keselamatan.

“ Pontianak Utara memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan. Karena itu, pembangunan di kawasan ini harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, potensi wilayah, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Dengan peningkatan anggaran dan berbagai proyek strategis yang dirancang, Pontianak Utara diharapkan mampu berkembang sebagai motor pertumbuhan baru Kota Pontianak.

Pemerintah menargetkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Bagikan:

Berita terbaru!