RSUD dr. Soedarso dan YKI Kalbar Gelar Skrining Gratis, Peringati Hari Kanker Sedunia 2026
INFOWARGEPONTIANAK.COM, PONTIANAK – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia Tahun 2026, RSUD dr. Soedarso bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kalimantan Barat menggelar seminar awam serta kegiatan skrining deteksi dini kanker leher rahim dan tumor payudara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pemeriksaan dini kanker.
Seminar yang digelar menghadirkan tenaga medis serta perwakilan organisasi profesi kesehatan yang memberikan edukasi seputar faktor risiko kanker, tanda dan gejala awal, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Selain itu, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti skrining deteksi dini sebagai langkah preventif.
Ketua YKI Cabang Kalimantan Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, baik di tingkat global maupun nasional.
Oleh sebab itu, upaya promotif dan preventif dinilai sangat penting untuk menekan angka kejadian dan kematian akibat kanker.
Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama karena sebagian besar kasus kanker baru terdiagnosis pada stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih kecil dan biaya pengobatan meningkat.
“ Melalui edukasi dan skrining seperti ini, kita ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan tidak takut melakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan rutin masih perlu ditingkatkan, terutama untuk kanker yang paling banyak menyerang perempuan seperti kanker payudara dan kanker leher rahim.
Berdasarkan data Globocan 2020, Indonesia mencatat 396.314 kasus baru kanker dengan 234.511 kematian. Angka tersebut menunjukkan bahwa kanker masih menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan nasional.
Kanker payudara menjadi jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan, yakni 65.858 kasus. Disusul kanker leher rahim sebanyak 36.633 kasus.
Sementara pada laki-laki, kanker paru menempati urutan pertama dengan 34.783 kasus, diikuti kanker kolorektal sebanyak 34.189 kasus.
Lonjakan kasus ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan perubahan pola hidup masyarakat, termasuk faktor risiko seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan paparan lingkungan.
Di tingkat daerah, kondisi serupa juga terjadi. Berdasarkan data SIRS Online 2025, kasus kanker payudara dan kanker serviks menjadi yang paling banyak dirawat di rumah sakit di Kalimantan Barat.
Tercatat sebanyak 1.545 kasus kanker payudara dan 708 kasus kanker serviks menjadi yang terbanyak dalam perawatan rumah sakit. Data ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan deteksi dini masih perlu diperkuat.
Dari sisi pembiayaan, kanker termasuk dalam kategori penyakit katastropik dengan beban biaya tinggi. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, biaya penanganan kanker menempati posisi kedua tertinggi setelah penyakit jantung, dengan nilai mencapai Rp3,5 triliun.
Angka tersebut menggambarkan besarnya dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat penyakit kanker, baik bagi negara maupun keluarga pasien.
Peringatan Hari Kanker Sedunia Tahun 2026 mengusung tema global “United by Unique” dengan pesan nasional “Indonesia Satu Melawan Kanker.”
Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan kanker, sekaligus mengakui bahwa setiap pasien memiliki pengalaman dan kebutuhan yang unik.
RSUD dr. Soedarso dan YKI Kalbar menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat layanan dan edukasi kesehatan masyarakat sebagai bagian dari gerakan bersama melawan kanker.
Kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Barat, layanan kemoterapi telah tersedia di RSUD dr. Soedarso sejak 2022. Selain itu, fasilitas radioterapi resmi beroperasi pada 2024.
Dengan tersedianya kedua layanan tersebut, pasien kanker di Kalbar kini tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk menjalani terapi lanjutan.
Hal ini tidak hanya mempermudah akses layanan, tetapi juga mengurangi beban biaya dan psikologis pasien serta keluarga. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan rujukan di Kalimantan Barat, khususnya dalam penanganan penyakit kanker.
Melalui kegiatan seminar dan skrining ini, panitia berharap masyarakat semakin sadar bahwa kanker dapat dicegah dan diobati jika ditemukan sejak dini.
Pemeriksaan seperti SADARI (Periksa Payudara Sendiri), IVA test, dan pemeriksaan medis berkala menjadi langkah sederhana namun sangat penting dalam mendeteksi potensi kanker lebih awal.
RSUD dr. Soedarso dan YKI Kalbar mengajak masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan serta memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia.
Dengan edukasi yang berkelanjutan, dukungan fasilitas kesehatan yang memadai, serta kolaborasi berbagai pihak, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker di Kalimantan Barat dapat ditekan secara signifikan.




