INFO WARGE PONTIANAK

Harga BBM di Melawi Tembus Rp50 Ribu per Liter, Antrean Mengular di SPBU

Foto. Antrean warge mengisi BBM di SPBU Pertamina (Ilustrasi)

INFOWARGEPONTIANAK.COM, MELAWI – Warga Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar), mengeluhkan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di tingkat pengecer yang mencapai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per liter.

Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah kelangkaan pasokan dan antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir ini.

Salah satu warga Nanga Pinoh, Maryani, mengatakan harga BBM di kios-kios eceran melonjak signifikan akibat terbatasnya distribusi. Kondisi itu dinilai sangat memberatkan masyarakat, terutama kalangan ekonomi kecil yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.

“ Di kios-kios kecil sekarang dijual Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per liter. Sangat memberatkan kami sebagai masyarakat kecil,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).

Selain lonjakan harga di tingkat pengecer, warga juga harus menghadapi antrean panjang di sejumlah SPBU di wilayah Nanga Pinoh. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengantre sejak pagi hari.

Antrean bahkan mengular hingga ke badan jalan, menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi SPBU. Sebagian warga mengaku harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM.

Situasi ini dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pekerja harian, pelaku usaha kecil, serta warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor transportasi dan distribusi barang.

Kelangkaan BBM berdampak langsung terhadap mobilitas dan roda perekonomian warga. Biaya operasional meningkat seiring naiknya harga BBM eceran, sementara pasokan di SPBU belum sepenuhnya stabil.

Maryani berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan distribusi dan menstabilkan harga di pasaran.

“ Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan solusi agar BBM kembali normal dan tidak langka seperti sekarang,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan BBM di Kabupaten Melawi.

Masyarakat berharap ada penjelasan terbuka serta langkah cepat guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga kembali terkendali.

Warga juga meminta pengawasan lebih ketat terhadap distribusi dan penjualan BBM agar tidak terjadi penimbunan maupun praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.

Lonjakan harga BBM di Melawi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada stabilitas ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menormalkan pasokan dan mengurai antrean di SPBU.

Bagikan:

Berita terbaru!