INFO WARGE PONTIANAK

Belum Ada Kasus Virus Nipah di Pontianak, Dinkes Perkuat Pengawasan Kesehatan

Foto. Ilustrasi

INFOWARGEPONTIANAK.COM, PONTIANAK – Dinkes Kota Pontianak memastikan hingga awal Februari 2026 belum ditemukan kasus penularan virus Nipah di wilayah Kota Pontianak.

Kendati demikian, kewaspadaan tetap diperketat dengan meningkatkan pengawasan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas dan klinik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin lengah meskipun hingga kini belum ada laporan kasus positif virus Nipah.

Menurutnya, langkah antisipatif menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular.

“ Sampai hari ini kami pastikan belum ada temuan kasus virus Nipah di Kota Pontianak. Namun demikian, kami tetap meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di semua fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Saptiko.

Ia menjelaskan, Dinkes Kota Pontianak telah menginstruksikan seluruh jajaran tenaga kesehatan untuk memperhatikan secara khusus pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap kemungkinan penyakit menular yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

“ Isu virus Nipah memang menjadi perhatian publik. Oleh karena itu, kami meminta seluruh fasilitas kesehatan melakukan pengamatan lebih ketat terhadap kasus infeksi saluran pernapasan, baik yang datang ke rumah sakit, puskesmas, maupun klinik,” jelasnya.

Menurut Saptiko, penguatan pengawasan tidak hanya dilakukan melalui pencatatan medis, tetapi juga melalui pelaporan berjenjang jika ditemukan kasus dengan gejala yang mengarah pada infeksi berat.

Setiap fasilitas kesehatan diwajibkan segera melaporkan temuan mencurigakan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terukur.

Selain pengawasan medis, Dinas Kesehatan Kota Pontianak juga mengintensifkan upaya edukasi kepada masyarakat.

Edukasi ini dilakukan melalui tenaga kesehatan di lapangan, baik saat pelayanan kesehatan maupun melalui kegiatan promotif dan preventif.

“ Kami meminta tenaga kesehatan untuk aktif memberikan edukasi kepada pasien dan masyarakat terkait apa itu virus Nipah, bagaimana cara penularannya, serta gejala-gejala awal yang perlu diwaspadai,” kata Saptiko.

Ia menilai, edukasi menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah panik namun tetap memiliki pemahaman yang benar.

Dengan informasi yang tepat, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah pencegahan secara mandiri.

Saptiko menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Kelelawar buah diketahui sebagai inang alami virus ini, sementara penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur atau urin.

“ Penularan bisa terjadi ketika manusia mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, atau melakukan kontak langsung dengan hewan yang membawa virus tersebut,” ungkapnya.

Setelah menginfeksi manusia, virus Nipah dapat menyebar melalui cairan tubuh, seperti air liur, droplet, atau batuk.

Oleh sebab itu, penularan antarmanusia juga berpotensi terjadi, terutama jika tidak menerapkan protokol kebersihan dengan baik.

Lebih lanjut, Saptiko mengungkapkan bahwa gejala awal infeksi virus Nipah sering kali menyerupai penyakit flu biasa. Gejala tersebut meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah.

Kondisi ini kerap membuat masyarakat sulit membedakan dengan penyakit lain pada tahap awal.

“ Pada kondisi yang lebih berat, infeksi virus Nipah dapat berkembang menjadi radang otak atau gangguan pernapasan serius. Inilah yang membuat virus ini perlu diwaspadai,” terangnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang dirasakan. Jika mengalami demam tinggi disertai gangguan pernapasan, kejang, atau penurunan kesadaran, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“ Kami minta masyarakat jangan menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala yang tidak biasa. Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih berat,” pesannya.

Dalam menghadapi isu virus Nipah, Dinas Kesehatan Kota Pontianak juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk rumah sakit rujukan dan instansi kesehatan di tingkat provinsi.

Koordinasi ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan sistem kesehatan tetap optimal. Saptiko menegaskan, seluruh langkah yang diambil merupakan bagian dari upaya preventif pemerintah daerah untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Ia berharap masyarakat dapat bersikap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.

“ Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada. Jaga pola hidup bersih dan sehat, perhatikan kebersihan makanan dan minuman, serta segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan,” tutupnya.

Dengan pengawasan yang diperketat dan edukasi yang terus dilakukan, Dinas Kesehatan Kota Pontianak optimistis dapat mencegah masuk dan menyebarnya virus Nipah di wilayah Kota Pontianak.

Pemerintah daerah juga berharap dukungan aktif dari masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama.

Penulis: Rendy

Bagikan:

Berita terbaru!