Domino Naik Kelas, ORADO Perkenalkan Cabang Olahraga Pikiran di Pontianak
PONTIANAK – Permainan domino yang selama ini lekat dengan aktivitas rekreasi masyarakat kini resmi naik kelas menjadi cabang olahraga berbasis intelektual atau mind sport.
Melalui Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO), domino diperkenalkan sebagai olahraga kompetitif yang terstruktur, memiliki regulasi baku, serta berjenjang dari tingkat daerah hingga internasional.
Pengenalan cabang olahraga domino tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar pada Minggu (1/2/2026) di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Museum Kalimantan Barat, Kota Pontianak.
Kegiatan ini menyedot perhatian masyarakat yang tengah berolahraga maupun beraktivitas di kawasan CFD. Sosialisasi domino sebagai olahraga pikiran menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga kalangan orang tua.
Tujuannya, mengubah paradigma lama tentang domino sekaligus memperkenalkan bahwa permainan ini kini telah memiliki sistem pertandingan, aturan resmi, serta pembinaan atlet yang terorganisir.
Selama bertahun-tahun, domino kerap dipandang sebelah mata dan bahkan identik dengan stigma negatif, seperti perjudian atau permainan untung-untungan.
Namun melalui ORADO, domino diposisikan sebagai olahraga yang mengedepankan kemampuan berpikir strategis.
Dalam setiap pertandingan domino kompetitif, atlet dituntut memiliki kemampuan analisis, logika, konsentrasi tinggi, daya ingat yang kuat, serta kerja sama tim yang solid.
Unsur keberuntungan ditekan seminimal mungkin melalui sistem penilaian dan regulasi pertandingan yang ketat.
“ Domino bukan soal keberuntungan. Ini olahraga pikiran yang membutuhkan strategi, perhitungan, dan pengambilan keputusan yang tepat,” ujar salah satu pengurus ORADO di sela kegiatan sosialisasi.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi ORADO Kalimantan Barat, Ryan Adhyatma, menjelaskan bahwa Federasi Olahraga Domino Nasional telah resmi terdaftar sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 7 Januari 2026.
“ ORADO sudah resmi terdaftar di KONI. Deklarasi nasional dilaksanakan di Hotel Mulia Jakarta dan dihadiri perwakilan dari 38 provinsi serta 309 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” kata Ryan.
Pengesahan tersebut menjadi tonggak penting bagi domino untuk masuk ke dalam ekosistem olahraga nasional.
Dengan status resmi, domino berpeluang dipertandingkan dalam berbagai ajang olahraga, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
Ryan menuturkan, ORADO Kalimantan Barat bergerak cepat menindaklanjuti pengesahan nasional tersebut.
Sejumlah program pembinaan telah dijalankan untuk memastikan domino berkembang secara profesional di daerah.
Pada 26–27 Januari 2026, ORADO Kalbar menggelar pelatihan wasit domino dengan menghadirkan instruktur dari pengurus pusat.
Pelatihan ini bertujuan mencetak wasit-wasit yang memahami regulasi pertandingan secara komprehensif.
“ Kami ingin memastikan pertandingan domino ke depan dipimpin oleh wasit yang kompeten dan memahami standar nasional,” jelas Ryan.
Selain pelatihan wasit, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) serta pengukuhan pengurus ORADO dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Hal ini menjadi fondasi awal pembinaan atlet domino di tingkat daerah.
Ryan menjelaskan bahwa domino yang dipertandingkan dalam ORADO pada dasarnya adalah domino gaplek, yang sangat familiar di tengah masyarakat. Namun, perbedaannya terletak pada sistem dan aturan permainan.
“ Permainannya tetap gaplek, tetapi dengan regulasi, format pertandingan, dan sistem penilaian yang sudah disesuaikan dengan standar olahraga,” terangnya.
Dengan sistem tersebut, domino tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ajang kompetisi yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, fair play, dan profesionalisme.
ORADO mengusung slogan “Domino Naik Kelas” dan “ORADO Memintarkan Indonesia” sebagai semangat utama gerakan ini.
Domino diharapkan tetap membumi dan dekat dengan masyarakat, namun hadir dalam wajah baru sebagai olahraga modern.
Menurut Ryan, domino memiliki potensi besar untuk menjadi olahraga alternatif yang inklusif karena dapat dimainkan oleh berbagai kalangan usia tanpa memerlukan fasilitas mahal.
“ Domino bisa dimainkan siapa saja, di mana saja. Tapi dengan konsep olahraga, domino juga bisa mencetak atlet dan prestasi,” katanya.
Kegiatan sosialisasi domino di Pontianak mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Kota Pontianak, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak, serta pengurus KONI Kalimantan Barat.
Selain itu, ORADO Kalbar juga mendapat dukungan dari Wali Kota Pontianak, Gubernur Kalimantan Barat, serta Ketua DPRD Kota Pontianak, yang menyambut baik hadirnya cabang olahraga pikiran baru di daerah.
“ Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi hari ini berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Ini menjadi langkah awal agar domino dapat diterima sebagai cabang olahraga resmi,” ungkap Ryan.
Dengan hadirnya ORADO, domino diharapkan mampu menjadi alternatif olahraga masyarakat yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi.
Olahraga ini dinilai mampu melatih kesabaran, konsentrasi, kecerdasan emosional, serta kemampuan berpikir kritis.
ORADO Kalbar menargetkan ke depan akan digelar berbagai turnamen domino tingkat kota dan provinsi sebagai ajang penjaringan atlet potensial.
“ Kami optimistis domino bisa berkembang dan berprestasi. Ini bukan sekadar permainan, tapi olahraga pikiran yang membangun karakter,” pungkas Ryan.
Penulis: Rendy




