Gubernur Kalbar Apresiasi Torasera Kubu Raya, Perkuat Distribusi Pangan
INFOWARGEPONTIANAK.COM, KUBU RAYA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengapresiasi pembangunan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) yang berlokasi di Jalan Poros Desa Sungai Durian, Kubu Raya.
Kehadiran Torasera dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem distribusi kebutuhan pokok sekaligus mendukung pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Kalimantan Barat.
Ria Norsan menyampaikan bahwa Torasera bukan sekadar toko ritel biasa, melainkan dirancang sebagai pusat grosir dan distribusi yang akan menopang aktivitas ratusan koperasi desa.
Dengan sistem tersebut, koperasi di tingkat desa dapat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga lebih kompetitif, sehingga mampu menekan harga jual kepada masyarakat.
“ Kami dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan Toko Rakyat Serba Ada ini untuk masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya,” ujar Norsan.
Menurut Gubernur, salah satu tantangan utama dalam pemenuhan kebutuhan pokok di daerah adalah panjangnya rantai distribusi yang berdampak pada tingginya harga di tingkat konsumen.
Kehadiran Torasera diharapkan mampu memangkas jalur distribusi tersebut dengan menjadikan koperasi sebagai ujung tombak penyaluran barang ke masyarakat.
“ Torasera ini diharapkan menjadi pusat distribusi grosir. Koperasi Desa Merah Putih bisa mengambil kebutuhan barang di sini, lalu menyalurkannya kembali kepada masyarakat di desa masing-masing,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, lanjut Ria Norsan, harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat dapat lebih terkendali dan stabil. Selain itu, koperasi desa juga memperoleh peran strategis dalam roda perekonomian lokal.
Gubernur Ria Norsan menilai Torasera di Kabupaten Kubu Raya berpotensi menjadi role model pengembangan koperasi desa di Kalimantan Barat. Torasera dirancang untuk membawahi ratusan Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di wilayah sekitarnya.
“ Insya Allah Torasera ini akan menjadi contoh, khususnya bagi Kabupaten Kubu Raya, yang nantinya membawahi beberapa ratus Koperasi Desa Merah Putih. Ini adalah model penguatan ekonomi berbasis desa yang nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan koperasi desa merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendorong ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat desa.
Lebih lanjut, Ria Norsan mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak berhenti pada pembangunan Torasera di Kubu Raya.
Ke depan, Torasera direncanakan akan dibangun di sejumlah wilayah strategis lain dengan mempertimbangkan karakteristik geografis daerah.
“ Kami berencana membangun Torasera di beberapa kabupaten dan kota lain. Misalnya di daerah pedalaman seperti Kabupaten Sintang, wilayah pesisir seperti Kabupaten Sambas, kemudian Kabupaten Ketapang, serta wilayah tengah seperti Kabupaten Melawi,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerataan pembangunan Torasera di berbagai wilayah akan menciptakan sistem distribusi yang lebih adil dan efisien di seluruh Kalimantan Barat.
Dengan demikian, tidak ada lagi kesenjangan signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan dalam hal akses terhadap kebutuhan pokok.
Gubernur menegaskan bahwa keberadaan Torasera harus dimanfaatkan secara maksimal oleh koperasi desa untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing.
Ia berharap koperasi tidak hanya menjadi penyalur barang, tetapi juga mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“ Dengan dukungan sistem distribusi yang baik, koperasi desa akan semakin kuat dan mandiri. Ini sejalan dengan visi kami menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat,” katanya.
Ria Norsan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan koperasi dalam mengelola Torasera secara berkelanjutan. Tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjut Ria Norsan, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan koperasi melalui berbagai kebijakan dan program strategis.
Dukungan tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi, akses permodalan, hingga penguatan jaringan distribusi.
“ Kami ingin koperasi benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Torasera adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut,” tegasnya.
Ia berharap kehadiran Torasera dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal kemudahan akses dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
“ Jika distribusi lancar, harga stabil, dan koperasi kuat, maka masyarakat yang akan merasakan manfaatnya secara langsung,” pungkas Ria Norsan.
Dengan diresmikannya Torasera di Kabupaten Kubu Raya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis langkah ini akan menjadi awal dari penguatan sistem distribusi berbasis koperasi yang merata di seluruh wilayah Kalbar, sekaligus memperkuat ekonomi rakyat dari desa.





