Warga Keluhkan Kelangkaan dan Harga Tinggi LPG 3 Kg, Bupati Sujiwo Berikan Subsidi
KUBU RAYA – Sejumlah warga di Kabupaten Kubu Raya mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG bersubsidi 3 kilogram serta tingginya harga jual di tingkat pangkalan.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa secara umum kelangkaan LPG 3 kg belum tergolong parah, namun pengawasan terhadap harga akan diperketat.
Bupati Sujiwo mengungkapkan, dari hasil pemantauan di lapangan, pihaknya menemukan adanya pangkalan yang menjual LPG 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, yakni Rp18.500 per tabung.
“ Di beberapa pangkalan kami temukan harga jual Rp19.000, Rp20.000, bahkan sampai Rp21.000 per tabung. Padahal, untuk pangkalan yang berada dalam radius di bawah 60 kilometer dari SPBE, harga tersebut tidak boleh melebihi HET Rp18.500,” kata Sujiwo.
Ia menjelaskan, ketentuan harga di atas HET hanya diperbolehkan bagi wilayah yang jaraknya lebih dari 60 kilometer dari SPBE, seperti daerah Kubu, Terentang, Batu Ampar, hingga Padang Tikar. Itupun dengan perhitungan tertentu.
“ Misalnya harga dasar Rp18.500, ditambah ongkos kirim ke Padang Tikar sekitar Rp2.500, kemudian ditambah margin pangkalan Rp3.000. Maka HET di sana bisa mencapai Rp24.000,” jelasnya.
Untuk menertibkan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya saat ini tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) pengawasan LPG bersubsidi.
” Tapi untuk wilayah Sungai Kakap, Sungai Raya, Rasau Jaya, Ambawang dan sekitarnya, karena radiusnya di bawah 60 kilometer, itu harga mati Rp18.500,” pungkasnya.
Selain itu, menjelang bulan Ramadan, Pemkab juga akan menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan LPG 3 kg.
“ Kami akan melakukan operasi pasar dengan harga Rp15.000 per tabung. Harga normalnya Rp18.500, nanti secara pribadi saya akan subsidi Rp3.500,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, harga dasar LPG 3 kg saat ini berada di angka Rp10.640 per tabung. Setelah proses operasi pasar dan pendataan selesai, Pemkab Kubu Raya juga akan mengajukan tambahan kuota LPG bersubsidi ke Pertamina.
Operasi pasar ini memiliki tiga tujuan utama, yakni menstabilkan harga, mengantisipasi kelangkaan LPG bersubsidi, serta membantu masyarakat kurang mampu.
“ Tujuan utamanya membantu masyarakat yang tidak mampu. Sudah hidup susah, tidak mampu, kadang harus antre gas pun tidak dapat. Ini kasihan. Maka tugas kami, negara harus hadir untuk masyarakat yang lemah,” tutupnya.
Penulis: Rendy





