Sekda Pontianak Ingatkan Disiplin Jadi Fondasi ASN dan PPPK Paruh Waktu
INFOWARGEPONTIANAK.COM, PONTIANAK- Sekda Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa disiplin, loyalitas, dan profesionalisme merupakan fondasi utama yang harus dimiliki ASN, termasuk PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak.
Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi Core Value ASN BerAKHLAK dan Pemanfaatan Learning Management System (LMS) di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (11/2/2026).
Menurut Amirullah, ASN PPPK Paruh Waktu memiliki peran strategis dalam mendukung roda pemerintahan serta memberikan pelayanan publik yang optimal kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, status paruh waktu tidak boleh menjadi alasan untuk bekerja secara setengah hati.
“ Sejak Saudara menjadi ASN, sikap dan perilaku tidak lagi bersifat pribadi. Ada aturan berpakaian, aturan jam kerja, serta etika yang wajib dipatuhi. Disiplin merupakan fondasi utama dalam kehidupan berhimpun sebagai ASN,” tegasnya.
Amirullah menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
” Setiap ASN dituntut memiliki prinsip profesional, kompeten, berintegritas, beretika, inovatif, adaptif, serta fleksibel,” katanya
Prinsip-prinsip tersebut, lanjutnya, menjadi landasan dalam membentuk ASN yang berdaya saing dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, termasuk di Kota Pontianak.
Ia menekankan bahwa profesionalisme ASN bukan hanya diukur dari kemampuan teknis semata, tetapi juga dari kepatuhan terhadap regulasi, tanggung jawab moral, serta konsistensi dalam menjalankan tugas.
“ ASN harus mampu menjaga integritas dan menjadi teladan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amirullah juga mengingatkan pentingnya mengimplementasikan Core Value ASN BerAKHLAK.
Menurutnya, loyalitas terhadap organisasi dan pimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan kebijakan dan perkembangan teknologi, menjadi kunci keberhasilan ASN di era birokrasi modern.
“ Cintailah pekerjaan Saudara. Tunjukkan kinerja terbaik, meskipun masih berstatus paruh waktu. Bekerja dengan baik terlebih dahulu, baru kemudian apresiasi akan mengikuti. Jangan membalik urutannya,” pesannya.
Selain disiplin dan loyalitas, Amirullah menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
Dia mengingatkan bahwa ASN, termasuk PPPK Paruh Waktu, memiliki kewajiban mengikuti pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran per tahun sesuai ketentuan yang berlaku.
Di tengah percepatan digitalisasi birokrasi, kemampuan adaptasi terhadap teknologi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Untuk itu, Pemkot Pontianak mendorong pemanfaatan Learning Management System (LMS) sebagai sarana pembelajaran mandiri dan berkelanjutan.
“ Manfaatkan LMS sebagai sarana belajar. Belajar harus menjadi proses seumur hidup. Pengembangan kompetensi adalah investasi bagi masa depan ASN itu sendiri,” kata Amirullah.
Menurutnya, LMS memberikan kemudahan akses pembelajaran tanpa batas ruang dan waktu, sehingga ASN dapat terus meningkatkan kapasitasnya tanpa mengganggu tugas utama.
Dalam arahannya, Amirullah juga mengingatkan agar setiap ASN PPPK Paruh Waktu mampu menjaga sikap dan perilaku agar tidak menjadi sumber persoalan di lingkungan kerja.
Ia menekankan bahwa kedisiplinan, kerja keras, serta kepatuhan terhadap aturan dan pimpinan harus menjadi budaya kerja yang tertanam kuat.
“ Jangan menjadi bagian dari masalah, tetapi jadilah bagian dari solusi. Kedisiplinan dan kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil. Keberhasilan tidak berteman dengan kemalasan dan ketidakpatuhan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ASN tidak hanya bertanggung jawab terhadap tugas administratif, tetapi juga terhadap citra institusi pemerintah secara keseluruhan.
Keberadaan ASN PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkot Pontianak dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendukung berbagai sektor pelayanan publik.
Meski memiliki pola kerja berbeda dengan ASN penuh waktu, tanggung jawab yang diemban tetap sama dalam hal kualitas dan standar pelayanan.
Dengan pemahaman yang kuat terhadap nilai BerAKHLAK dan pemanfaatan LMS, diharapkan ASN PPPK Paruh Waktu mampu meningkatkan kualitas kinerja serta memberikan pelayanan yang responsif dan profesional kepada masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur serta memastikan seluruh ASN memahami arah kebijakan reformasi birokrasi nasional.
Melalui sosialisasi Core Value ASN BerAKHLAK dan pemanfaatan LMS, Pemkot Pontianak berupaya membangun budaya kerja modern yang adaptif terhadap perubahan.
Reformasi birokrasi tidak hanya berbicara soal sistem dan regulasi, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja aparatur.
Amirullah berharap seluruh ASN PPPK Paruh Waktu dapat menjadikan momentum ini sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas diri, menjaga etika profesi, serta berkontribusi lebih besar dalam pembangunan Kota Pontianak.
Dengan disiplin yang kuat, loyalitas terhadap organisasi, serta komitmen terhadap pengembangan kompetensi, ASN PPPK Paruh Waktu diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pelayanan publik.





