Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pemotor Tewas di Jalan Angkasa Pura II, Diduga Hilang Kendali Saat Melaju Kencang

Foto. TKP Kecelakaan korban (Dok. Istimewa)

INFOWARGEPONTIANAK.COM, KUBU RAYA – Seorang pengendara sepeda motor berinisial ATW (27) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Jalan Angkasa Pura II, Senin (23/3/2026) malam.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Korban yang mengendarai sepeda motor jenis Honda bernomor polisi KB 2384 OT diduga kehilangan kendali hingga akhirnya terjun ke dalam parit di bawah jembatan.

Keterangan ini dibenarkan oleh pihak kepolisian melalui Kasat Lantas IPTU Judi Effendhy yang disampaikan oleh Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi di lapangan, kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah kawasan Objek menuju Arteri Supadio. Dalam perjalanan, korban disebut sempat menyalip rekannya dengan kecepatan tinggi.

“Menurut saksi, korban melaju cukup kencang dan sempat menyalip. Setelah itu, saksi kehilangan jejak kendaraan korban di depan,” ungkap Aiptu Ade dalam keterangan resminya.

Namun nahas, saat memasuki ruas jalan yang sedikit menikung dan minim penerangan, korban diduga tidak mampu mengendalikan laju sepeda motornya. Kondisi jalan yang gelap serta kontur tikungan diduga menjadi faktor yang memperparah situasi.

Tak lama berselang, saksi yang berada di belakang melihat adanya cahaya lampu kendaraan yang berasal dari bawah jembatan. Rasa curiga pun mendorong saksi untuk mendekati sumber cahaya tersebut.

“Setelah dicek, ternyata sepeda motor korban sudah berada di dalam parit bersama pengendaranya,” lanjutnya.

Benturan keras saat terjatuh ke dalam parit menyebabkan korban mengalami luka fatal. ATW dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Meski demikian, warga bersama petugas tetap berupaya mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak kepolisian menyebut kecelakaan ini sebagai kecelakaan tunggal yang diduga kuat disebabkan oleh faktor kelalaian pengendara, terutama karena kecepatan tinggi dan kurangnya kewaspadaan terhadap kondisi jalan.

Selain itu, minimnya penerangan di lokasi kejadian juga menjadi faktor risiko yang memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan, khususnya pada malam hari.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di malam hari. Jalan dengan penerangan terbatas serta tikungan tajam memerlukan konsentrasi penuh dan pengendalian kecepatan yang baik.

Pihak Satlantas Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari berkendara dalam kecepatan tinggi, terutama di jalur yang belum sepenuhnya didukung fasilitas penerangan yang memadai.

“Kami mengingatkan pengendara untuk lebih waspada, terutama di malam hari. Pastikan kondisi kendaraan baik, kecepatan terkendali, dan tetap fokus selama berkendara,” tegasnya.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas yang terjadi akibat kombinasi faktor manusia dan kondisi jalan. Oleh karena itu, kesadaran akan keselamatan berkendara menjadi hal yang sangat penting guna mencegah terjadinya tragedi serupa di masa mendatang.

Dengan meningkatnya kewaspadaan serta disiplin dalam berlalu lintas, diharapkan angka kecelakaan di wilayah Kubu Raya dapat ditekan, sehingga keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin.

Share: