INFOWARGEPONTIANAK.COM, PONTIANAK– Dukungan terhadap generasi muda berprestasi kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, secara langsung menyatakan apresiasinya kepada Anggelia Meryciana yang akan mewakili Kalimantan Barat dalam ajang nasional Puteri Indonesia 2026.
Pertemuan keduanya berlangsung di Ruang VIP Wali Kota, di mana Edi menegaskan bahwa keikutsertaan Anggelia tidak sekadar kompetisi kecantikan, melainkan juga momentum strategis untuk memperkenalkan identitas daerah ke tingkat nasional.
“Ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ini tentang bagaimana kita bisa memperkenalkan Pontianak dan Kalimantan Barat kepada masyarakat luas, baik dari sisi budaya, potensi daerah, hingga karakter masyarakatnya,” ujar Edi.
Ajang Promosi Daerah dan Citra Positif
Menurut Edi, kehadiran perwakilan daerah dalam ajang nasional seperti Puteri Indonesia memiliki nilai lebih dalam membangun citra positif daerah. Generasi muda yang tampil di panggung nasional dianggap sebagai duta yang membawa pesan tentang keberagaman, potensi, serta kemajuan daerah asalnya.
Ia juga menilai, dukungan terhadap anak muda seperti Anggelia merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong lahirnya talenta-talenta yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemerintah kota tentu mendukung penuh. Kita ingin anak-anak muda Pontianak berani tampil, percaya diri, dan membawa nama daerah dengan bangga,” tambahnya.
Persiapan Matang Menuju Panggung Nasional
Sementara itu, Anggelia mengaku telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi kompetisi tersebut. Ia dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada awal April, sebelum memasuki masa karantina yang menjadi tahap penting dalam ajang Puteri Indonesia 2026.
Selama masa karantina, para finalis akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, mulai dari pelatihan kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kemampuan komunikasi publik. Malam puncak pemilihan dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026.
“Saya sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pelatihan public speaking, catwalk, hingga pendalaman materi. Ajang ini menuntut kesiapan yang menyeluruh, bukan hanya penampilan,” ungkap Anggelia.
Ia juga menekankan bahwa ajang Puteri Indonesia mengedepankan lima nilai utama yang harus dimiliki setiap peserta, yakni Brain, Beauty, Behavior, Be Right, dan Be Brave. Kelima aspek tersebut menjadi landasan dalam membentuk karakter finalis yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan berani.
Mengangkat Identitas Budaya Kalbar
Salah satu fokus utama Anggelia dalam ajang ini adalah memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat nasional. Ia berkomitmen untuk menampilkan keberagaman budaya yang menjadi ciri khas daerah, khususnya perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa yang kuat di Pontianak.
Untuk kostum nasional, Anggelia mengambil inspirasi dari perayaan Cap Go Meh, yang dikenal sebagai salah satu tradisi terbesar dan paling meriah di Kalimantan Barat.
“Saya ingin membawa identitas Kalbar melalui perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa. Selain itu, saya juga akan memperkenalkan budaya Dayak sebagai bagian dari kekayaan daerah kita,” jelasnya.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya dan tradisi. Melalui panggung nasional, Anggelia berharap dapat memberikan gambaran yang lebih luas tentang keunikan daerahnya.
Sosok Profesional dengan Misi Lingkungan
Di luar aktivitasnya sebagai finalis Puteri Indonesia, Anggelia dikenal sebagai seorang profesional di bidang lingkungan. Perempuan berusia 27 tahun ini bekerja sebagai carbon consultant dan carbon project manager di salah satu perusahaan kehutanan di Kalimantan.
Latar belakang tersebut memberikan nilai tambah tersendiri, karena ia membawa isu keberlanjutan dan lingkungan ke dalam ajang yang diikutinya. Dengan pengalaman tersebut, Anggelia berpeluang mengangkat isu perubahan iklim, konservasi hutan, serta pengelolaan karbon sebagai bagian dari advokasi yang relevan dengan kondisi global saat ini.
Ia merupakan lulusan Universitas Bunda Mulia dengan gelar Sarjana Pariwisata, yang semakin memperkuat kapasitasnya dalam mempromosikan potensi daerah, khususnya di sektor pariwisata.
Harapan dan Dukungan Masyarakat
Menjelang keberangkatannya, Anggelia menyampaikan harapan besar kepada masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, untuk memberikan dukungan dan doa agar ia dapat tampil maksimal.
“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik dan membawa kebanggaan untuk daerah,” tuturnya.
Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memberikan semangat dan kepercayaan diri bagi perwakilan daerah yang berlaga di tingkat nasional. Partisipasi publik, baik melalui media sosial maupun dukungan langsung, diharapkan mampu menjadi energi positif bagi Anggelia selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Peran Strategis Generasi Muda
Keikutsertaan Anggelia dalam Puteri Indonesia 2026 juga mencerminkan peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah. Tidak hanya sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai wajah daerah yang mampu menyampaikan pesan-pesan positif kepada publik luas.
Pemerintah Kota Pontianak melihat ajang seperti ini sebagai ruang bagi generasi muda untuk berkembang, sekaligus memperluas jaringan dan pengalaman di tingkat nasional. Dengan dukungan yang tepat, diharapkan semakin banyak anak muda yang berani tampil dan berkontribusi bagi daerah.
Dengan persiapan yang matang, latar belakang yang kuat, serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat, Anggelia Meryciana diharapkan mampu tampil optimal di panggung nasional. Lebih dari sekadar kompetisi, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Kalimantan Barat sebagai daerah yang kaya budaya, berdaya saing, dan memiliki generasi muda yang berkualitas.
